Penyebab Dan Cara Mengatasi Jerawat Rosacea

Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat Rosacea - Jerawat rosacea adalah kondisi kulit yang ditandai dengan perubahan warna kemerahan sebagai akibat adanya pembesaran dan pelebaran pembuluh darah. Berbeda dengan jerawat yang umumnya pernah dialami oleh semua orang atau sering disebut acne vulgaris, jerawat rosacea merupakan kelainan kulit atau penyakit kulit yang kebanyakan hanya muncul pada orang dewasa dengan usia sekitar pertengahan. 

Jerawat rosacea lazimnya ditandai dengan berbagai ciri seperti: menyengat dan sensasi terbakar; timbul pembengkakan wajah (edema); kemerahan pada wajah yang tidak segera menghilang (flushing); terlihatnya pembuluh darah (telangiectasia) sebagai akibat adanya pelebaran atau pembesaran pembuluh darah; timbul bintil-bintil merah yang menandakan adanya pembuluh darah yang pecah; benjolan dan jerawat baik kecil padat (papula) ataupun penuh nanah (pustula); kekeringan kulit wajah secara berlebihan, penebalan kulit dengan pori-pori yang besar (rhinophyma); rasa terbakar dan gatal pada mata (konjungtivitis) atau disebut rosacea ocular; iritasi sekitar pipi dan hidung. Daerah yang paling sering terkena rosacea adalah area sekitar wajah, yakni pada bagian bawah hidung, pipi, dagu, dan dahi. Area tersebut menjadi merah dan dapat penuh dengan jerawat.
 

Setidaknya ada empat jenis jerawat Rosacea, yaitu: 

1. Erythematotelangiectatic rosacea
Ciri dari rosacea jenis ini adalah terjadinya bercak merah permanen. Penderita akan mungkin merasa perih atau gatal. Di bagian pipi terlihat pembuluh darah halus.

2. Phymatous rosacea
Pada tipe rosacea jenis ini, terjadi pembesaran hidung. Kulit hidung jadi menebal, membesar, bergelombang, dan timbul benjolan.

3. Papulopustular rosacea
Tipe ini  timbul kista (benjolan) kecil-kecil berwarna merah dan berisi nanah. Bentuknya seperti jerawat.

4. Ocular rosacea
Tipe ini gejalanya adalah mata merah dan kering juga bisa mengenai lipatan mata.
 

Penyebab Jerawat Rosacea

Penyebab pasti jerawat rosacea belum diketahui. Namun, faktor keturunan tampaknya menjadi komponen kuat terkait terjadinya hal ini.  Rosacea terjadi ketika pembuluh darah di wajah menjadi rusak dan melebar oleh karena rangsangan dari luar yang berulang-ulang seperti blushing, dingin atau panas yang ekstrim, tekanan, obat-obatan, dan beberapa makanan tertentu. Mikrodermabrasi dan peel (pengelupasan) kimia, dua tindakan umum dalam mengatasi jerawat, telah diketahui menjadi penyebab rosacea.
 

Kondisi pembuluh darah yang rusak karena terlampau mudah melebar dalam jangka panjang dapat bersifat permanen. Hal ini juga bisa mengakibatkan sel-sel imun dan mediator inflamasi menjadi bocor sehingga dapat menimbulkan benjolan berisi nanah dan papula merah.
 

Beberapa hal yang diduga menjadi penyebab jerawat rosacea antara lain:

  • Perubahan cuaca dan temperatur secara tiba-tiba.
  • Paparan matahari dapat memperburuk kondisi rosacea.
  • Bakteri tertentu diduga menjadi penyebab jerawat rosacea.
  • Faktor-faktor emosional yang menyebabkan kemerahan pada wajah dapat memicu jerawat rosacea.
  • Rendahnya kadar asam dalam lambung. Umumnya para penderita Acne Rosacea mengalami hipoklorhidria, yang berarti tubuhnya memproduksi sedikit asam lambung.
  • Intoleransi terhadap jenis makanan tertentu juga bisa menjadi faktor pemicu Acne Rosacea.
  • Beberapa obat-obatan tertentu seperti obat penyakit jantung yang menggunakan vasodilator.

 

Cara Mencegah dan  Mengatasi Jerawat Rosacea

Jerawat rosacea dapat diatasi dengan melakukan beberapa perawatan kulit yang benar dan gaya hidup yang sehat. Berikut dibawah ini ada 6 langkah dalam mengatasi jerawat rosacea:

Pertama, menghindari faktor pemicunya. Cara ini merupakan metode terbaik dalam mencegah wabah rosacea. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari langsung atau memakai tabir surya; menghindari alkohol; tidak mengkonsumsi makanan yang terlampau panas dan pedas; menghindari sauna, mandi uap dan kolam air panas, serta facial steam; merupakan beberapa upaya menghindari pemicu jerawat rosacea.

Kedua, menjaga kebersihan kulit Anda. Bersihkan kulit Anda setidaknya dua kali sehari dengan cara lembut. Gunakan pembersih yang lembut serta hindari pembersih muka kasar yang dapat menyebabkan iritasi kulit.

Ketiga, stimulasi sistem pencernaan dengan makan sayur-sayuran pahit dan suplemen asam hidroklorat.

Keempat, menjaga kesehatan hati dengan melakukan detoksifikasi dan minum suplemen untuk kesehatan hati.

Kelima, evaluasi program diet Anda. Makan makanan yang baik dan menyehatkan. Hindari makanan yang mengandung lemak ‘jahat’ seperti susu, margarin dan goreng-gorengan. Hindari makanan yang diawetkan dan perbanyak makan sayuran, buah-buahan, dan ikan. 

Keenam, mengelola stress. Apabila Anda dalam kondisi tertekan atau stress, Anda bisa mengatasinya dengan melakukan berbagai kegiatan seperti relaksasi, olah pernafasan, olah raga, refreshing, dan atau dengan meminum ramuan-ramuan yang bersifat relaksan.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Jerawat Dan Solusi Pengobatan
 

 

Mengobati Jerawat Rosacea

Dalam mengobati jerawat rosacea dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obat konvensional maupun melalui pengobatan alami. Obat-obatan konvensional mengandung bahan-bahan seperti benzil alkohol, sodium hidroksida, asam laktat, propilen glikol. Apabila Anda menderita jerawat rosacea, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai metode paling tepat untuk menanganinya. Anda akan diberikan obat oral maupun topikal, dan atau tindakan penanganan lainnya, sesuai dengan kondisi jerawat rosaceanya. 

Pengobatan terhadap erythematotelangiectatic rosacea biasanya menggunakan antibiotik oral. Anda juga bisa menggunakan anti-inflamasi ringan jika kulit Anda mengalami  ketidaknyamanan. Terapi pulse laser juga membantu dalam menyingkirkan garis merah pada wajah. Untuk phymatous rosacea, beberapa dokter akan memberikan isotretinoin, namun penggunaannya memiliki efek samping yang cukup serius. Selain itu, dilihat dari sudut pembiayaannya, obat ini bisa dibilang sangat mahal.  

Sementara untuk mengobati jenis jerawat papulopustular rosacea, dokter Anda mungkin akan menyarankan pengobatan topikal maupun oral, dan atau bahkan menggunakan kedua metode tersebut secara bersamaan. Pada kasus ocular rosacea dokter mungkin akan menyarankan menggunakan pil antibiotik untuk mengatasi gejalanya. 

Saat ini ada banyak metode dalam mengobati maupun mengurangi gejala jerawat rosacea. Apabila Anda mengalaminya, pastikan bahwa Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Dengan berkonsultasi, Anda akan ditangani dengan tepat. 

 

Selain obat konvensional, upaya menyembuhkan jerawat rosacea juga bisa dilakukan dengan menggunakan metode pengobatan alami, berikut delapan cara alami mengobati jerawat rosacea: 

Pertama, ekstrak biji anggur (grape seed extract) dan bioflavonoid sangat berguna untuk menguatkan dinding pembuluh darah halus yang melebar di sekitar hidung dan pipi yang umum terjadi pada penderita jerawat rosacea.

Kedua, zinc membantu tubuh dalam proses penyembuhan. Zinc merupakan nutrisi yang sangat penting bagi sistem kekebalan tubuh. 

Ketiga, memakan sayuran yang pahit, seperti pare dan daun pepaya rebus. Para penderita jerawat pada umumnya mengalami hipoklorhidria atau tubuh memproduksi sedikit asam lambung. Asam lambung memegang peranan penting dalam fungsi pencernaan. Rasa pahit akan meningkatkan asam lambung dan sekresi enzim pencernaan. 

Keempat, chamomile, merupakan jenis minyak yang dapat menembus lapisan-lapisan epidermis dan sangat membantu dalam meringankan peradangan dan menstimulasi regenerasi sel sehat. 

Kelima, evening primrose oil, kandungan asam gamma-linolenat (GLA) yang cukup tinggi dalam minyak ini dapat membantu mengurangi peradangan, merangsang sintesis protein, dan memperbaiki kondisi kulit kering bersisik. 

Keenam, flax seed oil mengandung banyak omega-3 asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan dalam memperbaiki kondisi kulit; mengurangi peradangan sel; membantu meningkatkan kesehatan selular dan memberikan keseimbangan hormon. 

Ketujuh, lidah buaya sangat bermanfaat dalam menjaga kelembaban kulit, menjaga keremajaan kulit, membuat kulit lebih halus, segar dan mengurangi kerutan. 

Delapan, minyak borage kaya akan asam gamma-linolenat (GLA) yang sangat bermanfaat dalam membantu mengurangi peradangan kulit, kekeringan, scaliness dan gatal-gatal.

Post a Comment

Previous Post Next Post